MEMBER LOGIN

USERNAME :
PASSWORD :

SEARCH

REPORT & REFERENCE

[archives]

EVENT KARSA

02 Juli 2008, Lokakarya II "Peningkatan Kinerja ORNOP Berbasis Ketidakpuasan Pelanggan" [ details ]
29 Mei 2008, Diskusi Mengenal "Credit Union" [ details ]
03 Mei 2008, Diskusi "Debat Klasik Agrarian Question" bersama Gunawan Wiradi [ details ]
03 April 2008, Diskusi Bersama Ex-Panitia LR Sleman [ details ]
[archives]

About Us

Latar Belakang

Diawali dari pengalaman belajar bersama di Kabupaten Sanggau (Kalimantan Barat), Kabupaten Toraja (Sulawesi Selatan), dan Kabupaten Garut (Jawa Barat) di awal masa Otonomi Daerah tahun 2001, kami belajar bersama komunitas yang terorganisir, ORNOP terkemuka setempat, dan DPRD kebupaten setempat untuk memahami sulitnya komunitas untuk ikut campur membentuk kebijakan daerah.

Dari pengalaman tersebut Kami menyelenggarakan manual, pelatihan dan workshop bersama DPRD dan kemudian dari padanya mengembangkan analisis mengenai kecenderungan dan agenda pemenuhan syarat-syarat sosial-ekologi pengurusan daerah. Kami melanjutkan proses belajar ini dengan mengkonsolidasikan para fasilitator pembaruan desa di Kabupaten Sanggau, Kabupaten Toraja dan Kabupaten Garut dalam suatu lingkaran belajar yang diberi nama KARSA (Lingkaran Pembaruan Desa dan Agraria). Untuk mendukung program-program yang ada di tiga wilayah belajar maka dipandang perlu adanya simpul kerja yang diharapkan dapat mendukung berbagai kegiatan belajar pada aras lingkaran belajar pimpinan lokal dan lingkaran belajar fasilitator wilayah simpul, akhirnya simpul inilah yang disebut dengan lingkaran belajar antar wilayah.

Visi dan Misi
Visi
Terpenuhinya syarat-syarat sosial-ekologis guna menjamin keberlangsungan hidup komunitas.

Misi
Memperkuat posisi tawar rakyat dalam melakukan pembaruan pedesaan dan agraria melalui pendayagunaan lingkar-lingkar belajar, lembaga-lembaga otonom dan jaringan-jaringan dalam memproduksi pengetahuan.

Tujuan
Terselenggaranya proses belajar dalam rangka meningkatkan pengetahuan, kapasitas, dan kapabilitas peserta-belajar guna mendorong terjadinya pembaruan pedesaan dan agraria.


Kegiatan

Dalam rangka menjalankan missi, Organisasi menyelenggarakan proses belajar dalam rangka meningkatkan pengetahuan, kapasitas dan kapabilitas peserta-belajar guna mendorong terjadinya pembaruan pedesaan dan agraria, dengan kegiatan-kegiatan seperti:

  1. Menumbuhkan dan mengembangkan Sekolah-sekolah Lapangan di kalangan Rakyat;
  2. Melakukan pelatihan-pelatihan;
  3. Melakukan penelitian-penelitian;
  4. Menumbuhkan dan mengembangkan Lingkar-lingkar Belajar dan Lembaga-lembaga Otonom yang akan memproduksi pengetahuan;
  5. Mendokumentasikan bahan-bahan dan hasil-hasil belajar;
  6. Segala usaha/tindakan yang bersifat memudahkan tumbuh/ berkembangnya Organisasi-organisasi Rakyat di daerah pedesaan;
  7. Melakukan advokasi perubahan kebijakan-kebijakan publik di bidang pedesaan dan agraria;
  8. Menyebarluaskan informasi-informasi bermanfaat mengenai pembaruan pedesaan dan agraria;
  9. Mengkonsolidasikan lingkar-lingkar belajar menjadi kekuatan gerakan pembaruan pedesaan dan agraria.
  10. Menjalin kerja sama dengan jaringan-jaringan, baik di dalam maupun luar negeri, sepanjang tidak bertentangan dengan visi dan misi Organisasi.
Institut Karsa
Pengembangan INSTITUT KARSA Dimulai dari keprihatinan atas terbatasnya kemampuan aktivis lapangan untuk menganalisis perubahan masyarakat dan lingkungan di sekitar tempatnya bekerja serta minimnya produksi pengetahuan yang berangkat dari pengalaman dan kerja-kerja lapangan, maka KARSA kemudian membentuk badan otonom yang diberi nama Institut KARSA.

Misi dari Institut KARSA adalah mengembangkan kapasitas aktivis organisasi non-pemerintah dan organisasi rakyat serta anggota lembaga-lembaga kemasyarakatan lainnya (seperti aktivis partai politik, birokrasi pemerintah, anggota dewan perwakilan rakyat, jurnalis dll) lewat kegiatan pendidikan formal, kursus/training singkat, dan studi, khususnya yang berkaitan dengan pembaruan agraria dan pembaruan pedesaan yang dapat dilakukan lewat upaya yang dikembangkan oleh Institut KARSA sendiri maupun lewat kerjasama dengan lembaga-lembaga pendidikan tinggi, lembaga studi dan riset, organisasi non-pemerintah, dan lembaga-lembaga lainnya baik di dalam maupun di luar negeri. Selain itu Institut KARSA juga mengembangkan kerjasama dengan akademisi dari berbagai institusi di dalam dan luar negeri lewat berbagai kegiatan yang sejalan dengan program-program institut dan perhimpuan KARSA.

Kegiatan yang akan dikembangkan oleh Institut KARSA meliputi :

  • Menyelenggarakan pendidikan formal setingkat program strata satu, diploma, dan pasca-sarjana.
  • Menyelenggarakan kursus singkat/training untuk aktivis organisasi non-pemerintah, kader-kader organisasi rakyat dan anggota lembaga-lembaga kemasyarakatan lainnya.
  • Mengembangkan resource center untuk menunjang kegiatan-kegiatan pendidikan, training, dan studi/riset yang diprogramkan oleh Institut KARSA.
  • Menyelenggarakan berbagai studi yang khususnya terkait dengan persoalan pembaruan agraria dan pedesaan.
  • Menerbitkan berbagai publikasi.
  • Memberikan jasa konsultansi untuk berbagai pihak dalam bidang riset dan pendidikan khususnya yang berkaitan dengan persoalan pembaruan agraria dan pedesaan.
Pekerjaan pertama dari institusi ini adalah menjajagi kerjasama dengan UC Berkeley untuk mengembangkan program Green Governance, Green Peace : A Program of International Exchange in Environmental Governance, Community Resource Management, and Conflict Resolution. Bulan Februari 2005, Suraya Afiff bersama dengan Iwan Tjitradjaya pergi ke UC Berkeley untuk planning meeting persiapan program. Program ini merupakan program dari Berkeley University, khususnya di Departement of Environmental Science, Policy and Management – Division of Society and Environment, yang disupport oleh LUCE Foundation.

Program selama 5 tahun mulai September 2004 – September 2009 yang melibatkan 3 (tiga) negara ini ,diawali karena adanya kerjasama Nancy Lee Peluso, Peter Evan dan Michael Watts dengan Indonesia, Brazil dan Nigeria. Di Brazil, Peter Evans bekerjasama dengan Universitas Katholik. Sedangkan di Nigeria, Michael Watts bekerjasama dengan Independent Research Institute yaitu Center for African Sosial Studies. Dan di Indonesia, Nancy akan bekerjasama dengan Institut KARSA. Pada tahap awal untuk tema ‘tanah dan hutan’ Institut KARSA telah mengirim Dianto Bahriadi dan Mustofa Agung Sardjono untuk mengikuti kegiatan tersebut. Untuk pekerjaan-pekerjaan ke depan juga sudah dibentuk Advisory Board yang terdiri dari : Hariadi Kartodihardjo, Iwan Tjitrajaya, Erwin Fahmi, Felix Sitorus, Sutoro Eko, Noer Fauzi, Dadang Juliantara, Hadi Pramono, Nico Warouw, Meutia Gani, Kemala Chandra Kirana, Dianto Bachriadi dan F. Wahono.

Pertemuan pertama dari Advisory Board ini telah dilakukan pada awal bulan Januari 2005, dan menghasilkan agenda ke depan, yaitu :
  • Kerjasama UC Berkeley-Institut Karsa sebagai titik tolak dari arah perjalanan kegiatan institute KARSA yang lain
  • Mengembangkan program S2-IPB
  • Internal Strengthening (mengembangkan komunikasi via email list, melakukan pertemuan/ diskusi internal tentang produksi pengetahuan seperti apa yang ingin kita dorong)
  • Advokasi ke Perguruan Tinggi. Dimulai dengan berdiskusi dengan Bulaksumur School of Thought untuk membuat program diskusi rutin dan hasilnya masuk ke media.
  • Course Development. Membentuk tim untuk membahas dan merumuskan pokok-pokok bahasan :
    1. Studi Institusi,
    2. Metodologi Riset Advokasi untuk Agraria, dan
    3. Social Movement
Anggota KARSA

No.

Nama Anggota

Keterangan

1

Abdon Nababan
2Agustiana
3Adeodatus WS Kolin
4Arum Widayatsih
5Boy Fidro
6C. Djaelani, BA
7Chalid Muhammad
8Dadang Juliantara
9Devi Anggraeni
10Dani Wahyu Munggoro
11Dianto Bachriadi
12Diah Rahardjo
13Fany Trikowati
14Hendro Sangkoyo
15Hariadi Kartodihardjo
16Hedar Laudjeng
17Ita Natalia
18Irwan Nirwana
19Ibang Lukmanurdin
20Idham Arsyad
21Immanuel P.Bombong
22Kemala Chandra Kirana
23L. Sombolinggi
24Maria R. Ruwiastuti Suryaalam
25Nissa Wargadipura
26Noer Fauzi Rachman
27Paramita Iswari
28Restu Achmaliadi
29R. Yando Zakaria
30Sekundus Ritih
31Stephanus Masiun
32Siti Maemunah
33Siti M. Rachma Herwati
34Suraya Afiff
35Tri Chandra Aprianto
36Wenni Prabaningrum
37Yusuf Biringkanae
38Yudi Kurnia